April 2008


Oleh: Dr. Rosihon Anwar & Fadhullah Muh. Said, S.Ag

\

Jika ditinjau secara ilmiah, fungsi gunung sangat banyak. Namun, artikel ini akan berfokus pada fungsi gunung sebagai ”pasak” Bumi, sebagaimana yang tercantum dalam Q.S. An-Nahl ayat 15: ”Dan Dia menancapkan gunung-gunung di Bumi supaya Bumi itu tidak berguncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk.”

Dalam ilmu tafsir, salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk memahami makna ayat tersebut adalah pendekatan kebahasaan. Pendekatan saintifik untuk memahami makna sebuah kata dalam Al-Qur’an tidak bisa dipisahkan dari pendekatan kebahasaan. Tafsir saintifik yang berkembang di suatu masa, harus terus dicocokkan dengan makna asal kata yang ditafsirkan: makna kata tersebut dalam masyarakat Arab pra Islam.

(more…)

Oleh: Dr.Eng. Teuku Abdullah Sanny

\"Gunung Fuji\"

Apa itu gunung? Berdasarkan definisi umum gunung adalah bagian permukaan Bumi yang lebih tinggi dari daerah sekitarnya. Implikasi dari definisi ini adalah gunung dapat terletak dimana saja. Namun, dalam ilmu kebumian, letak gunung mempunyai aturan mainnya sendiri. Gunung pada umumnya hanya berada di perbatasan lempeng yang saling bergerak. (more…)

Oleh: Dr. T. Djamaluddin
\"Tujuh Langit\"

Sejarah Tujuh Langit

Banyak orang di masa lalu—jauh sebelum Al-Qur’an diturunkan—percaya bahwa langit berlapis tujuh. Ini berkaitan dengan pengetahuan mereka tentang adanya tujuh benda langit utama dengan jarak yang berbeda-beda. Kesimpulan ini lahir dari pengamatan mereka atas gerakan benda-benda tersebut. Benda langit yang lebih cepat geraknya di langit dianggap lebih dekat jaraknya. Lalu mereka menggambarkan seolah-olah benda-benda tersebut berada pada lapisan langit yang berbeda-beda, mengelilingi Bumi yang berada di tengah-tengah. (more…)

Oleh: Armahedi Mahzar, M.Sc

Tidaklah mengherankan jika banyak orang mengganggap peningkatan bencana alam yang dialami negeri kita akhir-akhir ini sebagai hukuman Tuhan yang setimpal atas kerusakan moral spiritual bangsa kita. Namun berapa orangkah yang mau mencari sumber terdalam kemerosotan moral spiritual ini? Yang saya yakini, sumber terdalam kemerosotan spiritual ini adalah dianutnya materialisme ekonomi. Materialisme ekonomi ini tanpa disadari berasal dari materialisme ilmiah, sebagai bagian filsafat dasar tersembunyi sains modern, yang oleh para filsuf ilmu pengetahuan diberi nama paradigma. (more…)

Oleh: Armahedi Mahzar, M.Sc

Artikel yang Anda baca ini ditulis dengan menggunakan sebuah desktop komputer. Alat yang kini lebih dikenal sebagai komputer pribadi itu, baru muncul pada awal tahun 80-an abad lalu. Oleh sebagian orang ia dianggap sebagai pemicu revolusi teknologi informasi, yang membuat abad ke-21 ini menjadi abad pos-industri, dengan budaya pos-modern yang serba amburadul dan politik internasional militeristik yang serba tak adil. (more…)

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!