June 2008


Oleh: Drs. Armahedi Mahzar, M.Sc

Bilangan dalam Al-Qur’an telah dibahas sejak zaman Rasulullah SAW. Seorang mufassir, Baidawi, dalam tafsirnya mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah didatangi sekelompok orang Yahudi. Saat Beliau membacakan pembuka surat Al-Baqarah (alif-laaam-miim), mereka menghitung nilai bilangan huruf-huruf pembuka itu, lalu mengatakan, “Bagaimana kita bisa mengikuti agama yang umurnya tujuh puluh satu tahun?” Rasulullah SAW hanya tersenyum.

(more…)

Advertisements

Oleh: Dr. T. Djamaluddin

”Apakah kamu lebih sulit penciptaanya ataukah langit? Allah telah membinanya {27} Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya {28} dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang {29} Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya {30} Ia memancarkan daripadanya mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya {31} Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh {32} (semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu {33}”

(Q.S. An-Nazi’at: 27-33)

Pembentukan alam semesta dalam enam masa, sebagaimana disebutkan Al-Qur’an atau kitab lainnya, sering menimbulkan permasalahan. Sebab, enam masa tersebut ditafsirkan berbeda-beda, mulai dari enam hari, enam periode, hingga enam tahapan. Oleh karena itu, pembahasan berikut mencoba menjelaskan maksud enam masa tersebut dari sudut pandang keilmuan, dengan mengacu pada beberapa ayat Al-Qur’an. (more…)