Oleh: Drs. Armahedi Mahzar, M.Sc

Bilangan dalam Al-Qur’an telah dibahas sejak zaman Rasulullah SAW. Seorang mufassir, Baidawi, dalam tafsirnya mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah didatangi sekelompok orang Yahudi. Saat Beliau membacakan pembuka surat Al-Baqarah (alif-laaam-miim), mereka menghitung nilai bilangan huruf-huruf pembuka itu, lalu mengatakan, “Bagaimana kita bisa mengikuti agama yang umurnya tujuh puluh satu tahun?” Rasulullah SAW hanya tersenyum.

Orang-orang Yahudi kemudian bertanya, “Apakah ada yang lain?” Beliau menjawab, “alif-laaam-miim-raa, alif-laaam-raa, alif-laaam-miim-shaad,” Orang-orang Yahudi itu menjawab bahwa kini mereka bingung, agama mana yang akan diikuti. Baidawi mengomentari hadits ini dengan mengatakan, “Bacaan beliau menunjukkan bahwa beliau membenarkan nalar mereka (perhitungan bilangan) dalam hal ini …” (Komentar Baidawi ini dapat dibaca di http://www.i-mag.org/content/view/41/38/)

Perhitungan bilangan dalam Al-Qur’an memang begitu menarik. Menurut Dr. Ghanem Al-Hamad, terdapat 36 buah buku klasik yang membahas mengenai ilmu bilangan Al-Qur’an tersebut. Misalnya ialah kitab Al-‘Adad (The Book of Numbers) yang ditulis oleh Ata’ Ibn Yasaar (103 H), dan kitab Zahr al-Ghurar fi ‘Adad Ayat Al-Suwar (The First Blossoms of Verse Count) yang ditulis oleh seorang ulama Andalusia bernama Ahmad As-Salami (747 H).

Dr. Rashad Khalifa, pencetus teori 19

Kemudian pada abad 20, Dr. Rashad Khalifa menemukan fenomena bilangan 19 pada huruf-huruf muqatta’ah dalam Al Qur’an. Ia menemukan bahwa alif-laaam-miim mengawali sejumlah surat. Kemudian ia menghitung jumlah alif, lam dan mim dalam masing-masing surat, lalu membaginya dengan angka 19. Hasilnya: jumlah huruf-huruf tersebut dalam setiap surat habis terbagi! Hasil temuan ini ia muat dalam buklet berjudul Number 19: A Numerical Miracle in The Koran.

Namun, setelah mencoba menghitung huruf-huruf namanya sendiri dan kembali menemukan fenomena 19, Rashad Khalifah kemudian mengaku sebagai nabi. Al-Qur’an yang diakuinya pun adalah versi yang sebagian ayatnya telah dibuang (9:128-129) agar cocok dengan fenomena 19 temuannya. Sebagai “nabi baru” ia pun mengingkari hadits Rasulullah SAW. Akibatnya, ia dibunuh di dapur Masjid Tucson pada tahun 1990, oleh seorang muslim kulit hitam yang fanatik.

Dr. Bassam Jarar, seorang anggota Hamas yang meramalkan kemenangan Hamas dan Hizbullah berdasarkan pola bilangan dalam Al-Qur’an

Meskipun Rashad Khalifa dianggap sesat, sampai abad 21 sebagian umat Islam tetap menerima teori 19-nya sebagai i’jaz ’adadiya (mukjizat angka). Salah satunya adalah Bassam Nihad Jarrar, seorang tokoh Hamas. Ia hanya mengeritik pengebirian Al-Qur’an dan pengingkaran hadits yang dilakukan Rashad Khalifa, bukan teori 19-nya. Berdasarkan teori 19 yang dikembangkannya, Bassam kemudian meramalkan bahwa Hamas dan Hizbullah akan menang pada tahun 2020. Dengan metode yang sama, ia meramalkan kedatangan Imam Mahdi pada tahun 2015.

Selain teori 19, di Timur Tengah bermunculan pula kajian lain mengenai bilangan dalam Al-Qur’an. Ada yang mengemukakan teori “keseimbangan/proporsi” antar kata dalam Al-Qur’an, seperti jumlah kata “hidup” yang sama banyak dengan “mati”, “siang” yang sama banyak dengan malam”, jumlah kata “bulan” (syahr) yang tepat 12, dst. Salah seorang ulama yang mengemukakan teori ini adalah Abdul Razaq Naufal lewat bukunya Al-I’jaz Al-‘Adadiy li Al-Qur’an Al-Karim (Mesir, 1975).

Berkembang pula kajian yang mencoba menghubungkan fenomena fisika dengan bilangan di dalam Al-Qur’an. Salah satu tokohnya adalah Dr. Mansour Hassab-Elnaby. Beliau menghitung kecepatan malaikat yang diisyaratkan dalam Q.S. 32:5, dan memperoleh hasil yang persis sama dengan data empiris cepat rambat cahaya di ruang hampa. Perhitungan Dr. Mansour akan dijelaskan lebih lengkap dalam artikel mengenai Al-Qur’an dan Relativitas.

 K.H. Fahmi Basya, pengkaji bilangan dan Al-Qur’an di Indonesia

Di Indonesia sendiri, K.H. Fahmi Basya, seorang dosen matematika UIN, berpendapat bahwa Bumi dan alam semesta merupakan kumpulan bilangan yang jumlahnya tak berhingga. Al-Qur’an menurutnya, adalah kumpulan bilangan yang jauh lebih sedikit namun mengandung pola yang sama dengan pola bilangan alam semesta. Karya terbaru K.H. Fahmi Basya adalah Matematika Islam (2004). Sampai saat ini Beliau juga terus menyelenggarakan training SSQ (Sains Spiritual Qur’an) yang terutama membahas fenomena bilangan dalam Al-Qur’an.

Secara umum, di Indonesia terdapat dua kelompok yang mengkaji bilangan dalam Al-Qur’an. Kelompok pertama adalah Kelompok Jakarta, yang antara lain diwakili oleh Abah Salma Alif Sampayya (Keseimbangan Matematika dalam Al-Qur’an, 2007) dan Arifin Muftie (Matematika Alam Semesta, 2004). Kelompok ini mirip dengan kelompok-kelompok di Timur Tengah, baik yang mengkaji teori 19, keseimbangan kata, sampai kepada hubungan bilangan dengan fenomena fisika.

Kelompok kedua adalah Kelompok Bogor, yang antara lain diwakili oleh Lukman Saksono. Pada tahun 1992, Lukman menulis buku Pengantar Psikologi Al-Qur’an, Pengantar Fenomenologi Al-Qur’an, dan Mengungkap Misteri Lailatul Qadar. Tokoh lain adalah Iskandar A.G. Soemabrata, Gus AA & H. Ziyad. Kelompok ini melangkah lebih jauh dari kelompok pertama. Mereka menghubungkan bilangan/angka dalam Al-Qur’an dengan kepribadian seseorang.

Ada baiknya kita melihat salah bentuk kajian bilangan dalam Al-Qur’an. Bentuk yang disajikan dalam tulisan ini adalah kajian teori 19 yang dipelopori oleh Rashad Khalifa.

Dalam Al-Qur’an, terdapat 29 surat yang diawali oleh ayat fawatih, yaitu rangkaian huruf-huruf muqatta’ah (lihat tabel di bawah) yang seakan-akan tak bermakna.

 

Tabel di bawah ini merupakan daftar surat yang diawali oleh ayat fawatih.

Jika dihitung, seluruh surat yang diawali ayat fawatih mengandung 5263 (19x 277) buah ayat. Seluruh surat yang diawali ayat fawatih yang sama, jumlah huruf-huruf muqatta’ah-nya juga habis dibagi 19 (kelipatan 19). Berikut adalah contoh perhitungan untuk surat 2, 3, 29, 30, 31, dan 32 yang diawali oleh huruf-huruf alif-laaam-miim.

§ Surat 2 mengandung 4504 alif, 3202 lam, 2195 mim;

§ Surat 3 mengandung 2510 alif, 1892 lam, 1249 mim;

§ Surat 29 mengandung 771 alif, 554 lam, 344 mim;

§ Surat 30 mengandung 542 alif, 394 lam, 317 mim;

§ Surat 31 mengandung 353 alif, 297 lam, 173 mim;

§ Surat 32 mengandung 264 alif, 155 lam, 158 mim;

Jumlah totalnya adalah 8944 alif+6494 lam+4436 mim=19874 = 19 x 1046

Anomali terjadi pada huruf nun dalam surat 68 (Al-Qalam). Jika huruf muqatta’ah yang mengawali surat ini ditulis sebagai huruf tunggal, ternyata jumlah seluruh huruf nun dalam surat tersebut tidak habis dibagi 19. Namun, ternyata Dr. Rashad Khalifa menggunakan versi mushaf Utsmani yang berbeda dengan yang umum kita kenal. Dalam mushaf asli yang konon ditemukan Rashad di Tashkent ini, huruf nun yang mengawali surat 68 ditulis sebagai rangkaian tiga huruf: nun-wawu-nun (baca: nuun). Dengan begitu, jumlah huruf nun dalam surat 68 tetap habis dibagi 19.

Keteraturan angka 19 juga ditemukan jika kita menjumlahkan semua bilangan bulat yang disebutkan Al-Qur’an (sebanyak 30 angka). Selain itu, di dalam Al-Qur’an juga terdapat 8 buah bilangan pecahan. Berarti di dalam Al Qur’an terdapat 38 (19 x 2) angka yang berbeda. Jadi, sepertinya memang ada sesuatu yang istimewa dalam angka 19 ini.

Selain angka 19, angka-angka lain yang banyak memiliki keteraturan atau keistimewaan dalam Al Qur’an ialah angka 7 dan 11. Bukti-bukti ini menguatkan keyakinan penulis bahwa terdapat keteraturan matematis dalam penempatan huruf-huruf muqatta’ah di dalam Al-Qur’an. Keteraturan tersebut mungkin berfungsi sebagai penjaga kemurnian Al Qur’an terhadap pemalsuan atau penggantian, mirip dengan penggunaan prosedur CRC (Cyclic Redundancy Check) pada komputer. Mungkin pula terdapat metode-metode matematika lain yang digunakan Sang Penulis, Allah SWT. Wallahu a’lam bishshowab.

*) Untuk informasi lebih lanjut mengenai keajaiban angka dalam Al-Qur’an, Anda dapat mengunjungi laman web berikut:

http://www.esnips.com/web/Flying-Book-100-109  

http://www.esnips.com/web/Flying-Book-120-129

http://fahmibasya.multiply.com/  

http://www.mathematicalmiracle.com/wiki/index.php/Quranic_Initials  

http://www.mathmiracle.com/html/the-message.php