August 2008


Oleh: Dr. Armi Susandi, MT

 

apabila bumi diguncangkan dengan guncangan (yang dahsyat)

Petikan dari Surat Al Zalzalah ayat 1 tersebut tidak hanya menunjukkan guncangan yang berasal dari dalam Bumi, tetapi juga dari atmosfer. Kondisi di atmosfer lebih dinamis daripada di dalam Bumi, sehingga lebih mudah terjadi guncangan terutama jika ada campur tangan manusia. Fenomena alam yang disebut ‘guncangan’ di atmosfer dalam ayat tersebut, dapat berupa badai, angin ribut, dan lain-lain. (more…)

Oleh: Dr. Rosihon Anwar

Islam identik dengan konservasi alam. Kata Islam sendiri berasal dari kata aslamu yang berarti selamat dan sejahtera. Nabi Muhammad saw., sejak pertama kali diutus dideklarasikan sebagai rahmatan lil-alamin. Kata rahmatan dapat berarti pencerahan atau penjaga keseimbangan alam. Jelas terlihat bahwa ajaran Islam sangat relevan dengan konservasi alam.

Islam tidak setuju dengan pandangan dikotomis yang memandang alam sebagai bagian yang terpisah dari manusia, serta paham antroposentris yang menganggap manusia sebagai pusat dari sistem alam. Hal tersebut dijelaskan dalam Surat Al-Ankabut ayat 36 berikut:

Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Madyan, saudara mereka Syu’aib, maka ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah olehmu Allah, harapkanlah (pahala) hari akhir, dan jangan kamu berkeliaran di muka bumi berbuat kerusakan

(Q.S. Al-Ankabut: 36) (more…)