Meteorologi


Oleh: Dr. Armi Susandi, MT

 

apabila bumi diguncangkan dengan guncangan (yang dahsyat)

Petikan dari Surat Al Zalzalah ayat 1 tersebut tidak hanya menunjukkan guncangan yang berasal dari dalam Bumi, tetapi juga dari atmosfer. Kondisi di atmosfer lebih dinamis daripada di dalam Bumi, sehingga lebih mudah terjadi guncangan terutama jika ada campur tangan manusia. Fenomena alam yang disebut ‘guncangan’ di atmosfer dalam ayat tersebut, dapat berupa badai, angin ribut, dan lain-lain. (more…)

Oleh: Dr. Rosihon Anwar

Islam identik dengan konservasi alam. Kata Islam sendiri berasal dari kata aslamu yang berarti selamat dan sejahtera. Nabi Muhammad saw., sejak pertama kali diutus dideklarasikan sebagai rahmatan lil-alamin. Kata rahmatan dapat berarti pencerahan atau penjaga keseimbangan alam. Jelas terlihat bahwa ajaran Islam sangat relevan dengan konservasi alam.

Islam tidak setuju dengan pandangan dikotomis yang memandang alam sebagai bagian yang terpisah dari manusia, serta paham antroposentris yang menganggap manusia sebagai pusat dari sistem alam. Hal tersebut dijelaskan dalam Surat Al-Ankabut ayat 36 berikut:

Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Madyan, saudara mereka Syu’aib, maka ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah olehmu Allah, harapkanlah (pahala) hari akhir, dan jangan kamu berkeliaran di muka bumi berbuat kerusakan

(Q.S. Al-Ankabut: 36) (more…)

Oleh: Fadhullah Muh. Said, S.Ag

”Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang dimudahkan terbang di angkasa bebas. Tidak ada yang menahannya selain daripada Allah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang beriman.”(Q.S. An Nahl: 79)

 

Surat An-Nahl ayat 79 di atas merupakan ayat yang paling terkait dengan atmosfer. Dalam ayat tersebut, terdapat kata jawwis samaa’i dimana jawwi berarti melindungi dan samaa’i berarti langit. Jadi, kata jawwis samaa’i berarti langit yang melindungi, yang dalam ayat tersebut diartikan sebagai angkasa bebas.

Kata ”burung” yang digunakan dalam ayat di atas, menunjukkan bahwa angkasa tersebut adalah batas tertinggi adanya kehidupan. Sebab burung tidak dapat terbang lebih tinggi dari jawwis samaa’i. Kata jawwis samaa’i ini juga diartikan sebagai ghilaful ardhil hawa’i atau penutup bumi yang masih terdapat hawa (udara yang digunakan untuk bernafas, oksigen). (more…)

Oleh: Dr. Armi Susandi, MT

Atmosfer berasal dari bahasa Yunani atmos yang berarti uap dan sphaira yang berarti bulatan. Jadi, atmosfer adalah lapisan gas yang menyelimuti bulatan Bumi. Karena lapisan ini menyelimuti Bumi, maka atmosfer jauh lebih luas daripada lautan yang meliputi ¾ permukaan Bumi.

Surah Al-Baqarah ayat 29 mengisyaratkan adanya lapisan-lapisan pada langit:

Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di Bumi untuk kamu dan Dia berkehendak menuju langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (more…)